Terpapar Penyakit Ngorok, 119 Ekor Kerbau di Rohul Mati

Sebanayk 119 kerbau di Rokan Hulu mati mengidap penyakit ngorok.


RIAUEXPRES.COM - Sebanyak 119 ekor kerbau di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau mati karena terpapar penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootuca (SE). 


Total saat ini kasus penyakit ngorok di Rohul mencapai 451 ekor. Dimana 332 ekor kerbau dipotong paksa sebelum mati, dan 119 ekor mati akibat penyakit ngorok.


"Hingga saat ini tercatat sudah 451 ekor kasus ngorok di Rohul, 332 ekor dipotong paksa dan 119 ekor mati," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, Herman, Sabtu, 19 November 2022.


Herman mengatakan, kasus penyakit SE itu terdapat di Kecamatan Rambah dan Kecamatan Bangun Purba, Rohul. 


"Di Kecamatan Bangun Purba terdapat 415 populasi hewan kerbau. Mayoritas di peternakan di tiga jalangan atau padang rumput luas. Yakni jalangan Panjang, Pasir Siabu, dan Pulau Hotang. Kemudian untuk di Kecamatan Rambah, lanjut Herman, populasi hewan ternak kerbau terdapat di Desa Menaming dan Tanjung Belit sebanyak 250 ekor," terangnya.


Untuk diketahui, sebelumnya tim observasi dari Dinas PKH Provinsi Riau melakukan tinjauan ke lapangan di Rohul. Tim observasi tersebut meninjau ke jalangan kerbau untuk mengecek langsung kasus kematian kerbau.


Hasil observasi tim, dipastikan kerbau di Rohul disebabkan karena penyakit SE, berdasarkan ciri-ciri fisik. Seperti kesulitan bernapas, terdengar seperti  mendengkur. Mengalami demam tinggi dan diare yang disertai dengan darah.


Kemudian terlihat pembengkakan di bagian kepala, bagian bawah dada, kaki, atau pangkal ekor. Bagian selaput lendir lidah juga terlihat membengkak dan berwarna merah kebiruan. 


Tim observasi merekomendasikan penutupan sementara lokasi jalangan kerbau yang terdapat kasus kematian disebabkan penyakit ngorok. Sementara hewan kerbau yang mati sudah dikuburkan. Ada pun dua jalangan kerbau lainnya yang lokasinya tidak berjauhan dari tempat jalangan yang banyak ditemukan kerbau mati juga langsung diisolasi. 


Selain itu, sampel tulang, pulmo kerbau yang mati dikirim ke Laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) meski kasus kerbau di Rohul dipastikan terkena penyakit ngorok.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Ad