Polisi Korsel Sulit Urai Penyebab Tragedi Itaewon yang Tewaskan 156 Orang

Festival Halloween di Itaewon, Korea Selatan, berakhir dengan tragedi tewasnya 156 orang. (Foto: Kbizoom)


RIAUEXPRES.COM - Tim investigasi khusus polisi Korea Selatan telah memeriksa 85 saksi terkait tragedi festival Halloween di distrik Itaewon yang menewaskan 156 orang.


Namun, mereka mengaku belum bisa memastikan penyebab insiden mematikan itu.


"Kami menyelesaikan penyelidikan terhadap 85 orang, termasuk 67 saksi dan korban, 14 karyawan di bisnis terdekat dan empat petugas yang dikirim ke tempat kejadian," kata kepala divisi penyelidikan Inspektur Son Je Hwan pada Jumat, 4 November 2022, seperti dikutip Korea Herald.


Dilansir CNN Indonesia, Son juga mengatakan tengah memeriksa 141 potongan rekaman CCTV dari lokasi kejadian yang sudah dikumpulkan.


Lebih lanjut, Son menegaskan tim akan fokus bagaimana tragedi itu bisa terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.


"Penting mengetahui apakah otoritas terkait mengambil tindakan yang diperlukan untuk pengendalian keselamatan," ujar Hon lagi.


Banyak pihak menduga insiden itu bermula dari orang-orang di bagian depan yang jatuh karena berdesak-desakan. Namun, salah satu pejabat dari tim investigasi itu belum bisa memastikan.


"[Insiden] bisa saja berawal dari orang yang jatuh, tetapi ini belum pasti," kata pejabat itu.


Selain itu, tim penyidik juga belum menetapkan tersangka atas tragedi itu.


Pemeriksaan juga menyebutkan mantan Kepala Kantor Polisi Yongsan Lee Im-jae memegang komando di lokasi protes di daerah Yongsan pada 29 Oktober. Di hari saat festival Halloween terdapat 15 protes di berbagai lokasi.


Lee sudah dicopot dari jabatan itu pada Rabu kemarin.


Setelah proses selesai, dia makan malam di restoran terdekat. Lee kemudian pergi sekitar pukul 21:30 mengikuti laporan tentang situasi di Itaewon, menurut divisi investigasi.


Petugas lain, Ryu Mi-jin dari Kepolisian Metropolitan Seoul, juga dicopot imbas tragedi itu. Ia tak berada di ruang situasi yang ditentukan untuk menanggapi tragedi itu.


Sebaliknya, dia berada di kantor sendiri saat insiden itu terjadi. Dia diberitahu tentang tragedi itu pada pukul 23:39 malam waktu setempat.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Ad